
Salah satu finalis, Yosep Indra Praja dari RMOL Sumsel, menilai kunjungan tersebut memberikan perspektif lebih luas mengenai penerapan praktik pertambangan yang baik atau good mining practice.
“Penerapan good mining practice oleh PT Timah terbukti bukan hanya berkaitan dengan aktivitas penambangan, tetapi mencakup keseluruhan proses bisnis dari hulu hingga hilir,” ungkapnya.
Yosep juga menyoroti potensi pengembangan Logam Tanah Jarang (LTJ) atau Rare Earth Elements (REE) yang dinilainya dapat menjadi peluang strategis bagi masa depan industri timah.
Sementara itu, finalis lainnya, Wishnu Bagus Prasetyo dari Investortrust.id, menaruh perhatian pada program lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan perusahaan.
Ia juga tertarik menggali perspektif pemerintah desa mengenai perubahan kondisi wilayah sebelum dan selama aktivitas pertambangan, termasuk harapan masyarakat terhadap masa depan daerah ketika kegiatan pertambangan berakhir.
Perspektif tersebut menjadi penting karena keberlanjutan wilayah tambang tidak hanya berkaitan dengan aktivitas produksi, tetapi juga bagaimana masyarakat dan lingkungan tetap memiliki masa depan setelah sumber daya alam dikelola.