
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Kabupaten Bangka Tengah mendapat nilai 33 dalam penilaian Adipura Kencana dan hanya masuk tingkatan dalam pembinaan.
Sekda Bangka Tengah, Ahmad Syarifullah Nizam mengatakan perolehan tersebut disebabkan karena pengelolaan sampah yang masih belum standar.
“Anggaran kita hanya 1 miliar saja, jadi masih kalah jauh dengan kabupaten lain walaupun didukung dengan kebijakan bupati,” ungkapnya, Jumat (6/3/2026).
Untuk itu, ia mengajak partisipasi aktif masyarakat dalam pemilihan sampah untuk mendukung pengelolaan sampah daur ulang sampah.
“Kami akan memberikan komunikasi, informasi dan edukasi agar masyarakat ikut berpartisipasi dalam memilah sampah demi mendorong daur ulang diluar TPA (Tempat Pembuangan Akhir),” ungkapnya disela acara diskusi dengan kementerian lingkungan.
Dirinya juga meminta seluruh stake holder termasuk media dalam menyuarakan pengelolaan sampah yang baik serta pemilahan sampah oleh masyarakat dengan mendorong pengaktifan bank sampah.
“Kami juga mengajak radio lokal, media online dan lainnya dalam rangka mengedukasi masyarakat dan mendorong perilaku masyarakat dalam strategi pengembangan pengelolaan sampah dengan metode yang baik dan benar,” ujarnya.
Pihaknya juga berkomitmen dalam pengelolaan sampah untuk meningkatkan ekonomi melalu pengelolaan sampah dengan edukasi bahwa sampah memiliki nilai ekonomis jika dikelola dengan baik.
“Sampah bisa jadi bahan bakar, kerajinan sampai konblok kalau bisa dikelola dengan baik. Makanya, kami akan sediakan ruang diskusi publik untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, ” tukasnya.