Mengenal Psikologis dan Strategi Menghadapi Perilaku Agresif Pelaku Bullying

    Marcelleno

    Karakteristik Psikologi Pelaku Bullying

    Pelaku bullying dapat mengalami berbagai latar belakang dan motivasi yang berbeda-beda dalam tindakan bullying yang mereka lakukan. Namun ada beberapa sifat umum yang dimiliki oleh pelaku Bullying biasanya yaitu:

    1. Perilaku yang Agresif: pelaku bullying biasanya adalah memiliki sifat yang mudah pemarah, mereka sering merespon dengan amarah dan kekerasan terhadap segala apapun yang memancing emosi mereka.
    2. Rendahnya Rasa Empati: Pelaku bullying cenderung kurang memiliki rasa empati atau ibah terhadap perasaan orang lain, bahkan mereka akan bahagia ketika mereka melihat korban mereka terluka dan menderita.
    3. Kurang bisa Mengontrol Diri: seorang pelaku bullying kurang mampu dalam mengntrol diri mereka akan mudah sekali marah dalam hal-hal sepele sekali pun.
    4. Rendahnya Harga Diri: beberapa pelaku bullying merasa bahwa diri mereka berkuasa dalam hidup mereka, sehingga bahkan memperlihatkan kekuasaan dengan perilaku bullying.

    Namun, perlu dipahami juga bahwa tidak semua orang yang memiliki sifat dan karakteristik yang di sebutkan diatas merupakan pelaku bullying. Terkadang mereka melakukan hal tersebut dikarenakan minimnya perhatian dan rasa kasih sayang dari orang sekitar mereka.

    Latar Belakang Penyebab Bullying

    Penyebab utama seseorang menjadi pelaku “Bullying” bisa dari berbagai faktor pendorong seperti kurangnya perhatian dari kedua orang tuanya, keadaan keluarga yang berantakan sehingga jati diri anak merasa tersisihkan, atau bisa juga seorang anak tersebut meniru perilaku “Bullying” dari teman bergaulnya serta tayangan-tayangan di internet maupun televisi.

    1. Kurangnya Perhatian, Orang tua yang selalu sibuk bekerja untuk membiayai anaknya sekolah, namun disisi lain anak mereka juga memerlukan perhatian yang besar terhadap tumbuh kembang mereka. Dampaknya anak akan melakukan Tindakan yang mereka anggap selalu benar tanpa adanya perhatian dan kontrol dari kedua orang tua mereka.
    2. Broken Home, anak yang mengalami broken home akan cenderung mengalami tekanan emosional yang tinggi, tetapi dalam suatu sisi usia mereka belum siap menerima hal tersebut. Seorang anak yang selalu melihat orang tuanya yang sering bertengkar akan memiliki pikiran bahwa pertengkaran bukanlah hal yang patut dipermasalahkan melainkan hal yang biasa dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga diluar lingkungan keluarga mereka akan melakukan hal yang serupa kepada teman mereka.
    3. Teman Bergaul yang Salah, faktor teman sebaya sangat berpengaruh signifikan terhadap perilaku bullying pada anak. Seorang anak akan cenderung mengikuti perbuatan teman sebaya mereka yang suka melakukan tindakan bullying, dan dapat meningkatkan sikap kecenderungan seseorang terhadap tindakan bullying. Pergaulan yang salah juga dapat meningkatkan risiko menjadi korban bullying ketika tidak ada korban bullying di sekitar mereka.
    4. Tayangan Internet, dari internet kita dapat belajar apa saja mengenai kehidupan tidak terkecuali hal-hal negatif. Internet dan televisi cenderung menjadi salah satu pembentuk pola berpikir dari seorang anak dari apa yang mereka buka dan menjadi tontonan yang membentuk kepribadian anak. Dari survey yang dilakukan oleh Kompas menampilkan bahwa 56,9% anak-anak menirukan adegan-adegan dari tayangan internet dan televisi. Alangkah sebaiknya kita sebagai orang dewasa agar mengontrol terhadap apa yang dibuka di internet dan apa yang mereka tonton di televisi agar sesuai terhadap tumbuh kembang anak-anak.

    Cara Menghadapi Perilaku Agresif Mereka

    Dalam hal mengatasi perilaku amarah dari pelaku Bullying dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti:

    • Mengajak bicara secara baik-baik dengan pelaku bahwa Tindakan dan perilaku yang mereka lakukan kepada terhadap orang lain adalah salah tidak benar dan dapat merugikan orang lain.
    • Memastikan mereka bahwa perilaku bully-lah yang tidak disukai oleh orang banyak bukan diri mereka.
    • Meyakinkan pelaku bahwa ada banyak orang yang bersedia dan siap membantu mereka dan akan bekerja sama dengan mereka untuk mengubah perilaku yang menyebabkan mereka tidak disukai oleh orang lain.
    • Jelaskan kepada mereka sebaiknya meminta maaf terhadap apa yang mereka lakukan kepada korban karena telah membuat orang lain menderita.
    • Berikan banyak apresiasi dan pujian jika mereka mulai bisa mengendalikan dan mengatur emosi dalam mereka,agar mereka terbiasa bisa mengontrol diri.

    Perilaku Bullying ini sendiri adalah hal yang sangat mengganggu bagi banyak orang dan khususnya bagi anak-anak. Oleh sebab itu sangat penting bagi kita untuk mempelajari cara memahami untuk menghadapi perilaku bullying supaya dapat meminimalisir akibat buruk yang diakibatkan dari perilaku ini. Langkah pertama, alangkah baiknya para orang tua atau guru untuk selalu mendukung dan dorongan kepada anak-anak selama perilaku mereka itu benar dan tidak mengganggu orang lain. Dukungan harus mengarah ke hal positif dan memotivasi anak untuk menghadapi bullying. Selain itu juga anak-anak perlu mendapatkan pengertian yang baik mengenai nilai-nilai moral dan beretika ketika berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya.

    Selanjutnya kita sebagai orang tua harus memberikan pengertian pada anak-anak bahwa perilaku bullying tersebut merupakan Tindakan salah dan tidak disukai orang lain. Anak-anak perlu memahami bahwa setiap orang berhak diperlakukan dengan baik, tanpa mengalami perlakuan diskriminasi atau pelecehan. Dengan mengenalkan nilai-nilai toleransi dan menghargai perbedaan,anak-anak dapat mengasah kemampuan dalam menghadapi Tindakan bullying.

    Pages: 1 2 3
    Tagged with:
    Bullyingopini
      Ikuti kami di Facebook