
Marcelleno
Mahasiswa Hukum Universitas Bangka Belitung
Bullying merupakan suatu Tindakan penggunaan kekuasaan oleh seseorang atau sekelompok orang bertujuan untuk menyakiti orang lain secara Fisik, Verbal, maupun Psikologis seseorang sehingga seseorang tersebut merasa Trauma, Tertekan, dan Tak Berdaya (Sejiwa, 2008). Perilaku Bullying sendiri merupakan Tindakan yang dilakukan secara berulang dan terus menerus dilakukan untuk menyakiti orang lain.
Seseorang yang mengalami perilaku Bullying akan mengalami berbagai macam masalah seperti Masalah Kesehatan, baik secara fisik maupun mental dalam dirinya. Adapun masalah yang mungkin akan dialami oleh si korban adalah masalah mengenai kesehatan mental seperti Depresi, Kegelisahan, Masalah Tidur yang terganggu dan Masalah Fisik seperti ketegangan otot, sakit kepala, merasakan rasa tidak aman Ketika berada di sekitar orang lain dan penurunan rasa semangat diri dalam melakukan aktivitas. Korban Bullying biasanya adalah anak yang secara fisik lemah tidak mampu membalas perbuatan pelaku, si pelaku bullying akan terus mengulangi perbuatan mereka tersebut.
Pelaku bullying dapat mengalami berbagai latar belakang dan motivasi yang berbeda-beda dalam tindakan bullying yang mereka lakukan. Namun ada beberapa sifat umum yang dimiliki oleh pelaku Bullying biasanya yaitu:
Namun, perlu dipahami juga bahwa tidak semua orang yang memiliki sifat dan karakteristik yang di sebutkan diatas merupakan pelaku bullying. Terkadang mereka melakukan hal tersebut dikarenakan minimnya perhatian dan rasa kasih sayang dari orang sekitar mereka.
Penyebab utama seseorang menjadi pelaku “Bullying” bisa dari berbagai faktor pendorong seperti kurangnya perhatian dari kedua orang tuanya, keadaan keluarga yang berantakan sehingga jati diri anak merasa tersisihkan, atau bisa juga seorang anak tersebut meniru perilaku “Bullying” dari teman bergaulnya serta tayangan-tayangan di internet maupun televisi.
Dalam hal mengatasi perilaku amarah dari pelaku Bullying dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti:
Perilaku Bullying ini sendiri adalah hal yang sangat mengganggu bagi banyak orang dan khususnya bagi anak-anak. Oleh sebab itu sangat penting bagi kita untuk mempelajari cara memahami untuk menghadapi perilaku bullying supaya dapat meminimalisir akibat buruk yang diakibatkan dari perilaku ini. Langkah pertama, alangkah baiknya para orang tua atau guru untuk selalu mendukung dan dorongan kepada anak-anak selama perilaku mereka itu benar dan tidak mengganggu orang lain. Dukungan harus mengarah ke hal positif dan memotivasi anak untuk menghadapi bullying. Selain itu juga anak-anak perlu mendapatkan pengertian yang baik mengenai nilai-nilai moral dan beretika ketika berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya.
Selanjutnya kita sebagai orang tua harus memberikan pengertian pada anak-anak bahwa perilaku bullying tersebut merupakan Tindakan salah dan tidak disukai orang lain. Anak-anak perlu memahami bahwa setiap orang berhak diperlakukan dengan baik, tanpa mengalami perlakuan diskriminasi atau pelecehan. Dengan mengenalkan nilai-nilai toleransi dan menghargai perbedaan,anak-anak dapat mengasah kemampuan dalam menghadapi Tindakan bullying.
Penting juga dari orang-orang disekitar anak-anak tersebut memberikan contoh yang baik dan positif agar dapat ditiru oleh anak-anak. Misalnya orang tua dan guru dapat membangun kultur positif dan menjadikan anak-anak dapat memahami cara-cara yang benar untuk menghadapi situasi sehari-hari. Terakhir sangat penting untuk selalu menanamkan sikap percaya diri dalam diri anak-anak dan selalu memotivasi mereka untuk memperbaiki diri jika mereka melakukan kesalahan. Dengan menanamkan sikap percaya diri yang kokoh pada anak membuat mereka akan lebih mudah dalam menghadapi keadaan yang mungkin saja membuat mereka tidak nyaman.