
Pada layar AMOLED memiliki rasio kontras layar yang tinggi. Sehingga warna putih pada layar bisa menjadi sangat terang. Sedangkan untuk warna hitam juga bisa terlihat lebih gelap.
Layar AMOLED juga akan memiliki cakupan warna yang luas bahkan mencapai 100% dalam standar DCI-P3. Sedangkan untuk standar sRGB bisa mencapai 100% lebih. Ini bisa lebih cerah daripada layar lain karena bisa mengeluarkan warna dan cahaya sendiri.
Konsumsi daya pada layar AMOLED memang bisa lebih hemat. Layar AMOLED memiliki sebuah langkah sederhana untuk menghasilkan warna hitam dengan mematikan pixel.
Ketika pixel mati, maka tidak akan ada aliran listrik yang disuplai oleh transistor. Maka dari itu, daya baterai smartphone bisa menjadi lebih hemat. Daripada layar LCD, layar AMOLED memang lebih mempunyai konsumsi baterai yang rendah.
Hal itu karena layar LCD akan selalu menyalakan lampu latar ketika sedang menampilkan warna apapun. Layar LCD ini bakal menyalakan lampu latar akibat diesel tidak dapat memproduksi cahaya sendiri. Beberapa pihak telah menyebutkan bahwa layar AMOLED mampu memiliki konsumsi daya 10 kali lebih rendah daripada layar LCD seperti IPS.
Pada layar AMOLED akan menghasilkan resolusi dan refresh rate yang lebih tinggi. Apabila pada sebuah layar memiliki refresh 60Hz, maka jumlah gambar yang bisa tampil setiap detik yaitu 60.
Refresh rate 60Hz sudah menjadi standar dari semua jenis layar. Smartphone yang menggunakan layar dengan refresh rate 60Hz juga sudah mumpuni untuk aktivitas keseharian.