
[irp]
Wahyu menjelaskan, adanya tambang di lokasi tersebut berpotensi menimbulkan becana alam seperti banjir yg pernah terjadi pada 2016 lalu dimana banyak rum warga terendam bajir.
“Dulu sudah pernah banjir gara-gara ada tambang ilegal di sana. Jadi kalau masih buka lagi maka itu akan kembali membuat warga sekitar resah. Ditambah suara yang sangat bising mengganggu ketenangan,” tegasnya.
“Walau sekarang sedang tidak berjalan, tapi ponton-ponton disana belum dibongkar. Artinya masih berpotensi akan dibuka. Jadi kami kesini agar Kapolres tau bagaimana kondisi di lapangan,” lanjutnya.
[irp]