Masalah Stunting, Pahlevi Minta Pemkab dan Pemdes Bersinergi

Foto: Pahlevi Sjahrun. (Ist)

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Masalah Stunting masih menjadi masalah di beberapa desa di Bangka Tengah. Dimana daerah-daerah kawasan kumuh dan yang kurang sadar akan jamban di rumah masih menjadi daerah stunting yang besar seperti di beberapa desa di Kecamatan Koba, Sungai Selan dan Lubuk Besar.

Hal itu disampaikan Pahlevi Syahrun Ketua Komis I DPRD Bangka Tengah fraksi golkar kepada Bupati Bangka Tengah di ruang rapat DPRD Bangka Tengah Koba, Rabu (7/12/2022).

“Masalah stunting masih menjadi kendala besar di beberapa desa di Bangka Tengah. Ini harus menjadi perhatian dan juga sinergi semua pihak menuntaskan ini,” ucapnya kepada intrik.id.

Ia mengungkapkan, masalah stunting anggarannya dititikberatkan pada anggaran dana desa. Dimana anggaran tersebut sudah difokuskan disetiap desa yang ada di Bangka Tengah.

Space Iklan/0853-1197-2121

“Kebetulan anggaran pemberantasan stunting ada di dana desa. Makanya sinergi antara pemkab Bangka Tengah dan pemerintah desa harus berjalan. Harus ada program yang sinergi dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah-Red) terkait,” ungkap Pahlevi.

“(Penuntasan Stunting) Gak bisa sendiri-sendiri. Desa dan dinas terkait harus sudah menyusun program bersama di tahun 2023 nanti supaya bisa merentas masalah stunting,” lanjutnya.

Ketua Komisi I DPRD Bangka Tengah tersebut berharap, dana yang ada bisa digunakan dengan baik dengan skala prioritas dan bersinergi dengan semua program dengan UMKM dan masyarkat.

“Kita berharap dana yang ada bisa dimanfaatkan dengan baik dan program yang disusun saling bersinergi dengan baik,” harapnya.

Space Iklan/0853-1197-2121

Sementara itu Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman mengatakan, Bangka Tengah belum bebas buang air besar sembarangan yang menjadi indikator stunting di Bangka Tengah.

“Di Kurau Barat paling tinggi orang buang air besar sembarang atau tidak di Toilet. Masalahnya masyarakat masih males buat toilet di Rumah. Saya terima kasih kepada teman-teman DPRD yang sudah membantu dan mengesahkan perda merealisasi wilayah kumuh, ” ucapnya kepada intrik.id.

Algafry memgungkapkan, pihaknya akan berusaha menekan angka stuntimg sampai di angka 1 bahkan 0 nantinya di 2024.

“Sekarang kita masih di belasan persen stuntingmya. Tapi kita berusaha dengan baik untuk menuntaskan stunting. Tentu dukungan dari semua pihak sangat diperlukan untuk Bangka Tengah lenih unggul lagi,” ungkap orang nomor 1 di Bangka Tengag tersebut.(Erwin)

Mungkin Suka Ini juga:
Nek Syamsi Senang Dapat Sembako dari Wabup Bangka Tengah

Nek Syamsi Senang Dapat Sembako dari Wabup Bangka Tengah

Pemkab Bangka Tengah Siapkan Rp21,9 Miliar untuk THR, PPPK Paruh Waktu dan Pegawai PJLP Tidak Ada

Pemkab Bangka Tengah Siapkan Rp21,9 Miliar untuk THR, PPPK Paruh Waktu dan Pegawai PJLP Tidak Ada

Warga Jalan Soekarno Hatta Koba Keluhkan Barang Elektroniknya Sering Rusak

Warga Jalan Soekarno Hatta Koba Keluhkan Barang Elektroniknya Sering Rusak

Miliki Anggaran Rp1 Miliar, Penilaian Adipura Bangka Tengah Hanya Dapat Nilai 33

Miliki Anggaran Rp1 Miliar, Penilaian Adipura Bangka Tengah Hanya Dapat Nilai 33

Algafry Berikan Kipas hingga Dispenser ke Masjid An-Najah

Algafry Berikan Kipas hingga Dispenser ke Masjid An-Najah

Pelabuhan Rp400 Juta di Sungaiselan Diresmikan

Pelabuhan Rp400 Juta di Sungaiselan Diresmikan

    Ikuti kami di Facebook