Laptop Lemot? Inilah 4 Penyebab Utama Laptop Lemot dan Cara Mengatasinya

    Jika hal ini terjadi, maka bawalah laptop kamu ke tukang servis dan mintalah untuk mengecek perangkat keras laptop, apakah masih layak dipakai atau harus menggantinya. Tentu biayanya bermacam-macam, tergantung tingkat kerusakan dan ongkos servisnya.

    4. Ruang penyimpanan penuh

    Hal yang harus diperhatikan ketika laptop menjadi lemot adalah ruang penyimpanan. Tanpa disadari, penumpukan file akibat pemakaian secara terus-menerus dapat mengakibatkan penurunan kinerja laptop.

    Jika kamu merasa terdapat file yang sudah tidak terpakai, ada baiknya untuk mulai dihapus secara bertahap, atau apabila semua file dirasa penting, cobalah untuk memindahkannya di ruang penyimpanan eksternal seperti flashdisk atau harddisk eksternal. Kamu juga bisa menyimpannya secara online dengan menggunakan Google Drive, atau aplikasi sejenisnya.

    Cara Mengatasi Laptop Lemot

    Kalau laptop lemot terus, apa harus langsung ganti dengan yang baru? Eits, tunggu dulu. Masih ada solusi lebih murah lainnya kok yang bisa kamu coba. Apalagi kalau penyebab lemotnya nggak terlalu berat. Yuk coba beberapa tips di bawah ini untuk mengatasi laptopmu supaya nggak makin lemot:

    1. Uninstall Aplikasi yang Sudah Tidak Digunakan

    Coba deh cek di deretan aplikasi yang ada di laptopmu, pasti ada banyak banget. Apa semuanya memang benar-benar kamu pakai? Kalau ada yang sudah nggak pernah kamu pakai lagi, bahkan ada yang setelah dipasang pertama kali belum pernah dipakai, lebih baik uninstall saja. Ini bakal membantu kerja laptop jadi jauh lebih ringan.

    Aplikasi disimpan di Drive C. Kalau Drive C sudah terlalu penuh, sistem laptop jadi lama membaca hard disk. Akibatnya kerja laptop secara keseluruhan jadi lemot. Uninstal 1 – 2 aplikasi yang nggak terpakai saja sudah cukup membantu. Apalagi kalau banyak yang bisa dihapus.

    2. Pilih Aplikasi Penting untuk Dipasang di Desktop

    Untuk aplikasi yang digunakan setiap hari, biar mudah biasanya kita pin di desktop. Jadi nggak ribet cari-cari lagi. Tahu nggak sih, kalau cara ini ternyata juga memperlambat kinerja laptop. Untuk laptop entry level, sebaiknya pilih sedikit saja aplikasi untuk dipasang di desktop biar aman. Buat laptop premium, tentu tidak jadi masalah.

    3. Reset Sistem Operasi

    Sistem operasi yang sudah tua pasti berpengaruh juga ke performa laptop. Bahkan pengaruhnya nggak hanya ke hardware, tapi juga software. Ini biasanya sering terjadi pada OS Windows. Jadi coba reset ulang OS kamu atau install ulang. Siapa tahu bisa membantu mengatasi laptop jadi lebih lancar.

    Menjaga perangkat laptop agar tetap maksimal sejatinya adalah hal yang mudah, namun memang perlu ketelatenan untuk melakukan pengecekan secara berkala. Semoga artikel ini bermanfaat!

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook