
“Potensi panen sebenarnya bisa lebih tinggi, namun sebagian tanaman mengalami kerusakan akibat angin puting beliung,” ujar Suhari.
Ia menjelaskan, sebelum melaksanakan penanaman mereka melakukan pengelolaan lahan agar hasil tanam lebih efektif. Pengalaman kelompok tani sebelumnya dalam membudidayakan tanaman nanas menjadi bekal penting dalam mengolah lahan pascatambang tersebut.
“Penggunaan pupuk harus lebih banyak karena tanah pascatambang, Persiapan lahan kami lakukan sekitar tiga minggu sebelum tanam, mulai dari pembajakan hingga pemupukan,” jelasnya.
Kedepan, usai panen jagung, kelompok tani berencana mengembangkan tanaman cabai dengan pendampingan dari PT Timah Tbk yang akan bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).
“Harapannya, kerja sama dengan PT Timah dapat terus berlanjut, sehingga kelompok tani kami dapat merasakan manfaatnya secara berkelanjutan untuk menunjang perekonomian,” katanya.