Lada Bangka Tengah Tembus Belanda, Petani Masih Kejar Bibit Unggul dan Pasar

    Caption: Butiran lada Bangka. (Ist)

    Mintarya, Ketua Gapoktan Latih Asri Desa Sungkap, yang membina 17 kelompok tani dengan lahan sekitar 50 hektare dan produksi 10–15 ton lada per tahun, menyebut masih ada pekerjaan yang harus dibenahi.

    “Harapannya Desa Devisa ini bisa membuat lada Sungkap bisa kembali menjadi idola. Kita akan perbaiki dulu varietas bibitnya dan memperluas akses pemasaran,” ungkapnya.

    Tiga Komoditas, 10 Desa

    Program Desa Devisa Bangka Tengah tidak hanya menyasar komoditas lada. Pemerintah daerah menyiapkan tiga komoditas unggulan, yakni lada putih, lidi nipah dan produk olahan ikan.

    Ketiga komoditas tersebut dikembangkan melalui 10 desa yang disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah.

    Sepuluh desa tersebut meliputi Sungkap, Keretak Atas, Namang, Kurau Barat, Kebintik, Benteng, Sungaiselan, Kurau, Air Mesu dan Air Mesu Timur.

    Algafry mengatakan masing-masing wilayah diarahkan mengembangkan potensi yang dimiliki.

    “Selain lada putih, kita ada lidi nipah dan produk olahan ikan. Jadi tiga komoditas ini memang sudah ingin kita siapkan. Ada 10 Desa Devisa di Bangka Tengah,” jelasnya.

    Ekspor Butuh Standar

    Sementara itu, Direktur Utama PIP Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI, Ismed Saputra, mengatakan peran PIP tidak berhenti pada penyediaan pembiayaan.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook