
Orang nomor satu di negeri Selawang Segantang itu juga mengungkapkan penyebab stunting juga terjadi karena banyaknya pernikahan dini yang terjadi sehingga bukan hanya masalah gizi dan juga penyakit.
“Stunting bukan hanya soal penyakit, makanan atau gizi, tetapi juga masalah pernikahan dini, kurangnya pemahaman masyarakat dalam menjadi ibu agar bisa belajar pemahaman tentang pernikahan dan juga parenting,” ungkap Algafry.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Peremuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Bangka Tengah, Dede Lina Lindayanti mengatakan pihaknya akan terus berupaya mengupayakan penurunan stunting dengan dibantu semua pihak.
“Kami tentunya akan bekerja keras untuk penurunan stunting di Bangka Tengah. Kami mohon arahan pak. bupati serta bantuan semua pihak terkait agar kita bisa bersama dalam menurunkan angka stunting sesuai program pemerintah pusat juga,” ujarnya.