
Ia menambahkan, semua hal harus direncanakan, dari pernikahan hingga rencana kehamilan sampai tumbuh kembang anak agar terhindar stunting.
“Perkembangan perjalanan saat memulai pernikahan, merencanakan kehamilan, melahirkan sampai tumbuh kembang anak sudah harus diketahui kondisinya, agar jika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kepada anak, seperti gagal tumbuh bisa segera diatasi,” sambungnya.
Ditempat yang sama, Ketua Pelaksana TPPS Kabupaten Bateng, Herry Erfian mengatakan Tim Audit Stunting merupakan ujung tombak dalam percepatan penurunan stunting di Bateng.
“Sebagai Ketua TPPS Kabupaten Bateng, tentu ini adalah tugas yang berat, tetapi bersama Tim Audit yang merupakan ujung tombak percepatan penurunan stunting di Bateng dengan anggotanya berisi tenaga ahli, baik itu dokter spesialis anak, spesialis obstetri dan ginekologi, psikolog, ahli gizi dan sebagainya, yang tentunya mereka akan berkolaborasi untuk melakukan pendampingan kepada tenaga yang ada di desa-desa misalnya ibu-bu hamil, calon pengantin dan insyaallah akan memberikan dampak positif bagi perkembangan anak di kemudian hari,” jelasnya.