
“Data yang kita peroleh ini akan kita kumpulkan dulu lalu diperiksa di laboratorium kami di Palembang, setelah itu baru hasilnya keluar sekitar dua mingguan. Setelah itu baru kita kirimkan ke Dinas Kesehatan Bangka,” terangnya.
Meski begitu, Lasinem menilai kualitas udara di Sungailiat masih tergolong aman.
“Secara umum kasat mata masih bisa ditoleransi. Biasanya yang paling bermasalah itu ketika ada kabut asap. Kalau tidak ada masalah alam yang serius, biasanya masih aman,” katanya.
Ia juga mengatakan bahwa pengukuran kualitas udara ini akan dilakukan secara bertahap di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bangka Belitung.