
“Hari ini hari buruh kami terdiri dari LSM, OKP sangat prihatin terhadap krisis ekonomi sektor pertambangan timah khusus di Kabupaten Bangka. Masyarakat tergantung pada tambang timah , untuk itu pengajuan RKAB beberapa smelter kepada kementerian ESDM mohon direalisasikan. Banyak smelter tutup hingga terjadi PHK angka pengangguran bertambah. Namun masih ada smelter yang tidak tersandung kasus komunitas tata niaga timah,” kata Slamet.
Bentuk keseriusan mendukung kembali pulihnya ekonomi masyarakat sektor tambang, sejumlah Ormas , LSM, OKP itu akan melakukan audiensi kepada Kementerian ESDM dan Kejaksaan Agung agar pengajuan RKAB beberapa smelter segera direalisasikan.
“Dalam waktu dekat kami akan audiensi kepada kementerian ESDM meminta kebijakan agar pengajuan RKAB sejumlah smelter segera direalisasikan. kalau ada masih terganjal soal kasus tata niaga komunitas timah, kami akan audiensi juga dengan pihak kejagung. Masih ada smelter yang tidak tersandung kasus itu, hari ini masyarakat tambang minta ada payung hukum yang melindungi mereka,” ungkapnya.