Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Kisruh Program Jahe Merah Erzaldi di Desa Penyak Masih Berlangsung

386
×

Kisruh Program Jahe Merah Erzaldi di Desa Penyak Masih Berlangsung

Sebarkan artikel ini
IMG 20231221 WA0019

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Kisruh petani program jahe merah di Desa Penyak, Bangka Tengah belum menemukan titik temu. Pasalnya mediasi antara petani dengan pihak Bank Sumsel Babel dan PT Pembangunan Daerah Sumatera Selatan (BRM) yang diinisiasi LBH Milenial Peduli gagal berlangsung.

Pihak Bank Sumsel Babel tidak bisa hadir, sementara dari pihak PT BRM hanya dihadiri oleh mantan karyawannya, Piat di Aula LBH Milenial Peduli Desa Penyak, Kamis (21/12/2023).

Padahal petani jahe merah yang terdiri dari 43 emak-emak di Desa Penyak sudah menantikan pertemuan itu untuk menyelesaikan permasalahannya.

Ketua LBH Milenial, Dairi mengatakan pihaknya sudah mengundang semua pihak termasuk PT BRM dan Bank Sumsel Babel namun tidak datang.

“Yang datang cuma Mas Piat mantan pegawai PT BRM. Untuk Bank Sumsel katanya karena kesibukan akhir tahun. Tapi katanya Mas Piar akan meneruskan masalah ini secara langsung ke PT BRM,” ucapnya kepada intrik.id.

Pria yang akrab disapa Dodoy itu menegaskan, 43 petani program jahe merah tersebut menuntut agar hutang mereka dihapuskan sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati bersama.

“Mereka minta dihapuskan hutangnya di bank karena mereka gak minjem dan kesepakatan jika terjadi gagal panen makan akan ditanggung oleh asuransi. Itu saja,” tegasnya.

Dodoy juga sudah menyurati semua pihak terkait untuk penyelesaian masalah ini. Dirinya juga akan menempuh jalur hukum jika memang emak-emak petani jahe merah di Desa Penyak ini tidak mendapatkan keadilannya.

“Semua sudah disurati dan sudah kita mediasikan karena 43 emak-emak ini merasa ditipu dan tidak sesuai perjanjian sehingga mereka punya hutang seperti ini,” ujarnya.

“Kita adakan 3 kali mediasi. Kalau gagal dan dari semua pihak tidak mau ada yang bertanggung jawab maka akan kita gugat berdasarkan hukum yang berlaku,” tutupnya.

Hingga kini, pihak PT. BRM dan Bank Sumsel Babel belum memberikan stamen resmi terkait masalah ini. Pihak intrik.id masih menunggu konfirmasi terhadap masalah ini.

Program jahe merah ini merupakan program yang dicanangkan oleh Gubernur Babel, Erzaldi saat masih menjabat. Bahkan dirinya sempat ingin membangun pabrik jahe merah untuk memudahkan pemasaran komoditi tersebut.