
Sementara itu, Andre Z dari Komunitas Kelekak Bangka mengingatkan bahwa pelestarian alam bukan hanya tanggung jawab pemerintah maupun lembaga tertentu.
Pelajar dan masyarakat juga memiliki peran dalam menjaga lingkungan, termasuk dengan memahami risiko karhutla, perubahan iklim serta pentingnya mempertahankan keanekaragaman hayati.
Melalui kegiatan tersebut, Climate Corner Babel mendorong siswa tidak berhenti pada pengetahuan. Kesadaran yang dibangun sejak sekolah diharapkan dapat diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, rumah maupun masyarakat.
Dengan demikian, edukasi lingkungan tidak hanya menjadi materi yang didengar siswa, tetapi dapat berkembang menjadi tindakan nyata untuk mencegah kerusakan alam.(*)