Scroll untuk baca artikel
Olahraga

Kalahkan Tuan Rumah, SAS FC Penyak Juarai Gerindra Cup

1610
×

Kalahkan Tuan Rumah, SAS FC Penyak Juarai Gerindra Cup

Sebarkan artikel ini
IMG 20231228 WA00231 1

INTRIK.ID, BANGKA SELATAN – Tim sepak bola SAS FC Penyak berhasil menjuarai Gerindra Cup di desa Pergem setelah menang adu pinalti melawan Delas FC di partai Final, Kamis (28/12/2023).

Meskipun SAS FC Penyak kebobolan pada menit ke 5 pada babak pertama, tim asuhan Majus berhasil menyamakan kedudukan setelah pemain Delas FC menyentuh bolah dengan tangannya di kotak penalti.

Mendapatkan kesempatan itu, SAS FC Penyak berhasil memasukan bola melalui tendangan 12 pas dan mengubah sekor akhir 1-1 di babak kedua.

Majus selaku manajer tim SAS FC Penyak mengaku tidak menyangka bisa memenangkan kejuaraan tersebut terlebih lagi pihaknya berhadapan dengan tuan rumah di pattai final.

“Udah tertinggal diawal dan udah mulai gemetar. Namun usaha kami akhirnya membuahkan hasil dan ini adalah untuk masyarakat Penyak dan Bangka Tengah tentunya, ” ucapnya kepada intrik.id.

Majus dan tim sangat gigih untuk juara karena didukung langsung suporter dari Penyak sebanyak 4 mobil bus untuk menonton pertandingan langsung mereka.

“Masyarakat saja sampai bawa 4 bus untuk dukung kami secara langsung. Busnya juga dibantu dari bang dairi atau bung Dodoy serta dari pemerintah Kabupaten Bangka Tengah. Makasih banget dukungannya, ” ungkapnya.

Majus menuturkan, sempat terjadi kisruh antar penonton dan panitia. Bahkan, suporter dari Penyak sampai dibawa ke Rumah Sakit karena kisruh dan terinjak-injak.

“Sempat kisruh antar panitia dan suporter dari Penyak karena merayakan gol. Bahkan, supporter kami sampai dibawa ke RS. Namun akhirnya bisa ditenangkan kembali, ” ujarnya.

Kisruh diawali karena adanya pelanggaran hand ball di kota pinalti yang dilakukan Delas FC dan menghasilkan penalti untuk Penyak di menit terakhir serta menghasilkan gol.

Baca Juga:  Talud Terlalu Renggang, Rumah Warga Desa Penyak Alami Abrasi

“Setelah wasit memberikan pinalti kami bersorak ria karena berhasil menyamakan kedudukan. Terus panitia menegur karena ada suporter dan official yang masuk ke lapangan merayakan gol. Tapi panitia malah menyuruh kami untuk diam dan tidak boleh celeberasi yang akhirnya adu mulut dan kisruh. Sampai ada yang terinjak karena kisruh dan dibawa ke rumah sakit. Namun akhirnya selesai dan kami berhasil mengakat piala, ” tegasnya.

Majus berharap, sepak bola di Bangka Tengah bisa terus berkembang dengan baik serta mendapatkan perhatian dari semua pihak.

Home
Hot
Redaksi
Cari
Ke Atas