Kalahkan Tuan Rumah, SAS FC Penyak Juarai Gerindra Cup

    INTRIK.ID, BANGKA SELATAN – Tim sepak bola SAS FC Penyak berhasil menjuarai Gerindra Cup di desa Pergem setelah menang adu pinalti melawan Delas FC di partai Final, Kamis (28/12/2023).

    Meskipun SAS FC Penyak kebobolan pada menit ke 5 pada babak pertama, tim asuhan Majus berhasil menyamakan kedudukan setelah pemain Delas FC menyentuh bolah dengan tangannya di kotak penalti.

    Mendapatkan kesempatan itu, SAS FC Penyak berhasil memasukan bola melalui tendangan 12 pas dan mengubah sekor akhir 1-1 di babak kedua.

    Majus selaku manajer tim SAS FC Penyak mengaku tidak menyangka bisa memenangkan kejuaraan tersebut terlebih lagi pihaknya berhadapan dengan tuan rumah di pattai final.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Udah tertinggal diawal dan udah mulai gemetar. Namun usaha kami akhirnya membuahkan hasil dan ini adalah untuk masyarakat Penyak dan Bangka Tengah tentunya, ” ucapnya kepada intrik.id.

    Majus dan tim sangat gigih untuk juara karena didukung langsung suporter dari Penyak sebanyak 4 mobil bus untuk menonton pertandingan langsung mereka.

    “Masyarakat saja sampai bawa 4 bus untuk dukung kami secara langsung. Busnya juga dibantu dari bang dairi atau bung Dodoy serta dari pemerintah Kabupaten Bangka Tengah. Makasih banget dukungannya, ” ungkapnya.

    Majus menuturkan, sempat terjadi kisruh antar penonton dan panitia. Bahkan, suporter dari Penyak sampai dibawa ke Rumah Sakit karena kisruh dan terinjak-injak.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Sempat kisruh antar panitia dan suporter dari Penyak karena merayakan gol. Bahkan, supporter kami sampai dibawa ke RS. Namun akhirnya bisa ditenangkan kembali, ” ujarnya.

    Kisruh diawali karena adanya pelanggaran hand ball di kota pinalti yang dilakukan Delas FC dan menghasilkan penalti untuk Penyak di menit terakhir serta menghasilkan gol.

    “Setelah wasit memberikan pinalti kami bersorak ria karena berhasil menyamakan kedudukan. Terus panitia menegur karena ada suporter dan official yang masuk ke lapangan merayakan gol. Tapi panitia malah menyuruh kami untuk diam dan tidak boleh celeberasi yang akhirnya adu mulut dan kisruh. Sampai ada yang terinjak karena kisruh dan dibawa ke rumah sakit. Namun akhirnya selesai dan kami berhasil mengakat piala, ” tegasnya.

    Majus berharap, sepak bola di Bangka Tengah bisa terus berkembang dengan baik serta mendapatkan perhatian dari semua pihak.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Sungailiat Triathlon 2026: Tanpa Peserta Asing, Dampak Geopolitik dan Minimnya Promosi Global

    Sungailiat Triathlon 2026: Tanpa Peserta Asing, Dampak Geopolitik dan Minimnya Promosi Global

    Sungailiat Triathlon 2026 dan Kejurnas Series Siap Digelar di Tanjung Pesona, Targetkan 300 Peserta

    Sungailiat Triathlon 2026 dan Kejurnas Series Siap Digelar di Tanjung Pesona, Targetkan 300 Peserta

    Aroma Politis di Balik Penolakan Rekomendasi Kejuaraan, IPSI Bangka Pertanyakan Netralitas Pengprov Babel

    Aroma Politis di Balik Penolakan Rekomendasi Kejuaraan, IPSI Bangka Pertanyakan Netralitas Pengprov Babel

    Pemkab Bangka Tengah Siapkan Rp2,5 Miliar Hadapi Porprov 2026

    Pemkab Bangka Tengah Siapkan Rp2,5 Miliar Hadapi Porprov 2026

    Tak Dapat 5 Emas, Algafry Ancam Posisi Kepala Dinas PUPR

    Tak Dapat 5 Emas, Algafry Ancam Posisi Kepala Dinas PUPR

    Fani Hendra Saputra Gantikan Dedi Jabat Ketua IPSI Bangka Tengah

    Fani Hendra Saputra Gantikan Dedi Jabat Ketua IPSI Bangka Tengah