
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Miniatur Ka’bah di Komplek Perkantoran Bangka Tengah hampir longsor akibat tambang timah di sekitarnya.
Dari pantauan langsung jarak antara Ka’bah dengan tambang tersebut hanya beberapa meter saja. Bahkan jalan dan siring jalan sudah mengalami kerusakan.
Ketua DPRD Bamgka Tengah Batianus mengatakan, jika PT Timah tidak memperhatikan fasilitas yang ada di sekitaran komplek perkantoran pemda Bangka Tengah dalam melakukan aktivasi tambangnya.
“Ka’bah saja dihajar. Pokonya saya mau segera reklamasi dan hentikan segala bentuk penambangan, ” tegasnya di Koba, Selasa (20/1/2026).
Dirinya bahkan akan melaporkan ke pihak berwenang atas pengerusakan fasilitas publik yang dilakukan PT Timah yang bahkan tidak melihat lagi bangunan sakral disana.
“Gak hari ini ketangkep, mungkin besok, gak besok mungkin tahun depan atau 10 tahun lagi. Ini sudah zholim. Ka’bah saja mau dirobohkan. Pokonya kalau masih ada aktivitas tambang saya laporkan. Sudah diberikan waktu 6 bulan kemarin, malah keenakan. Harus berhenti dan reklamasi, ” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Bangka Tengah Fani Hendra Saputra menjelaskan, dirinya sudah berkoordinasi dengan PT Timah dan bersedia memperbaiki semua aset yang rusak dan menghentikan segala proses penambangan.
“Jadi kami bersama PT Timah sudah meninjau mana aset yang rusak dan juga penghentian penambangan. PT Timah juga berjanji akan mengurus semuanya termasuk pembangunan ruang terbuka hijau nantinya, ” tukasnya.