Jelang Imlek 2576, Kelenteng Setia Bhakti Mulai Didatangi Masyarakat

    Ia melanjutkan, ritual keagamaan ini wajib dilakukan sebagai bentuk penghambaan dan rasa syukur kepada sanga pencipta sebagai seorang manusia fana.

    “Memang setiap tahun ya kami (masyarakat Tionghoa) merayakan ini sebagai rasa syukur dan terima kasih kami sebagai seorang hamba, ” ungkapnya.

    Ia juga menegaskan, khususnya di Bangka Tengah ini sangat ramai dalam perayaan hari besar agama apapun karena tingginya toleransi dan juga saling menghormati.

    “Kalau di kita, hari raya agama apapun ramai dirayakan. Itu bukan merayakan maksudnya ikut, tapi saling menghormati dan toleransi. Sehingga merayakan perayaan apapun tidak pernah ada yang mengganggu, ” tegasnya.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook