
Mayoritas nelayan di Sawang, kata dia, masih menggunakan sampan untuk mencari ikan di perairan sekitar Kundur Barat. Dengan pola melaut seperti itu, pendapatan mereka sangat bergantung pada hasil tangkapan yang tidak selalu sama setiap harinya.
“Rata-rata nelayan di sini masih tradisional. Mereka menggunakan sampan untuk mencari nafkah di laut. Hasilnya juga tidak tentu. Kalau hasil tangkapan lebih banyak, pendapatan mereka tentu lebih baik,” ujarnya.
Bantuan jaring dinilai meringankan beban nelayan karena setiap penerima memperoleh sekitar lima utas jaring. Jumlah tersebut cukup berarti mengingat biaya pengadaan jaring baru relatif besar bagi nelayan dengan pendapatan yang fluktuatif.
“Kalau membeli satu utas jaring sekaligus dengan upahnya bisa hampir Rp500 ribu. Sekarang satu nelayan bisa mendapatkan lima utas. Ini sangat membantu karena kondisi jaring yang lama sudah banyak yang rusak,” jelas Jumari.
Ia berharap jaring baru tersebut dapat membuat aktivitas melaut lebih optimal dan membantu meningkatkan hasil tangkapan.
“Kalau jaringnya masih baru, ikan lebih mudah masuk ke perangkap. Jadi kami berharap ini bisa membantu meningkatkan hasil tangkapan nelayan,” katanya.