Januari 2026, Bangka Belitung Masih Inflasi

    Caption: Bank Indonesia Bangka Belitung. (Ist)

    INTRIK.ID, BABEL — Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Januari 2026, secara bulanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih mengalami inflasi sebesar 0,28% (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan periode Desember 2025 yang mengalami inflasi sebesar 0,55% (mtm). Angka inflasi tersebut tercatat lebih tinggi jika dibandingkan dengan nasional yang mengalami deflasi sebesar 0,15% (mtm). Inflasi Bangka Belitung pada Januari 2026 utamanya didorong oleh kenaikan indeks harga Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau sebesar 0,67% (mtm), dengan komoditas utama yang memberikan andil inflasi bulanan yaitu ikan tenggiri, ikan selar dan cumi-cumi.

    Secara tahunan, Bangka Belitung juga mengalami inflasi sebesar 3,95% (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi nasional sebesar 3,55% (yoy). Inflasi tahunan Bangka Belitung ini didorong oleh kenaikan indeks harga Kelompok Perumahan, Air, Listri dan Bahan Bakar Rumah tangga sebesar 19,20% (yoy) yang utamanya disumbang oleh tarif listrik yang kembali ke tarif normal tanpa diskon. Selanjutnya, inflasi juga turut didorong oleh kenaikan indeks harga Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya (7,43%, yoy) disumbang oleh emas perhiasan dan kenaikan indeks harga Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau (4,20%, yoy) disumbang oleh cumi-cumi. Namun, tekanan inflasi tahunan yang lebih dalam tertahan oleh Kelompok Pendidikan yang mengalami deflasi sebesar 13,19% (yoy).

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy menyampaikan bahwa kondisi cuaca ekstrem yakni angin kencang disertai gelombang tinggi membuat nelayan memilih untuk tidak melaut. Kondisi ini mengakibatkan berkurangnya pasokan ikan dan cumi-cumi di pasar yang berdampak terhadap kenaikan harga komoditas tersebut. Namun demikian, TPID di seluruh wilayah kerja Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berkomitmen menjaga ketersediaan stok sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

    “Secara spasial, seluruh wilayah Kepulauan Bangka Belitung yang disurvei Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi. Kabupaten Bangka Barat tercatat sebagai wilayah yang mengalami inflasi tertinggi yakni mencapai 5,36% (yoy). Kemudian diikuti oleh Kota Pangkalpinang dan Tanjungpandan yang mengalami inflasi masing-masing sebesar 3,69% (yoy) dan 3,29% (yoy). Sementara itu, Kabupaten Belitung Timur tercatat sebagai wilayah yang mengalami inflasi terendah yakni sebesar 3,09% (yoy),” ungkapnya.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook