
INTRIK.ID, SEPANG — Niat Jack Miller mencuri peluang di tengah perubahan cuaca Sprint Race MotoGP Malaysia 2026 justru berakhir memalukan. Pebalap Prima Pramac Yamaha itu gagal melanjutkan balapan setelah mendapati motor keduanya belum siap ketika ia masuk pit untuk mengganti motor.
Kekesalan Miller pun tak terbendung. Ia terlihat meluapkan emosinya kepada kru di garasi, termasuk kepala kru Giacomo Guidotti. Persoalannya bukan sekadar keterlambatan mengganti motor, tetapi miskomunikasi yang membuat strategi menghadapi hujan berantakan.
Insiden terjadi ketika hujan rintik-rintik mulai membasahi sejumlah bagian Sirkuit Sepang, Sabtu (31/10/2026). Bendera putih dikibarkan sebagai tanda pebalap diperbolehkan masuk pit untuk mengganti motor dengan ban yang sesuai kondisi basah.
Saat itu Miller berada di posisi ke-17 atau ke-18. Ia melihat peluang untuk mengambil risiko dengan lebih dahulu masuk pit, setelah merasakan beberapa tetes hujan mengenai kaca helmnya.
Namun, begitu tiba di garasi, harapannya untuk segera kembali ke lintasan langsung pupus. Motor kedua ternyata belum siap digunakan. Kru masih mengerjakan sejumlah bagian, termasuk penggantian ban dan kaliper rem.
Waktu terus berjalan. Sementara pebalap lain masih berjuang di lintasan, Miller justru terjebak di garasi.
Setelah insiden tersebut, Miller mengungkapkan bahwa persoalan bermula dari perbedaan pemahaman dengan kepala kru sebelum balapan.
Ia mengaku sudah meminta Guidotti menyiapkan motor kedua untuk mengantisipasi kemungkinan hujan. Namun, keduanya ternyata memiliki persepsi berbeda mengenai kapan motor tersebut harus siap digunakan.
“Saya berbicara dengan Giacomo sebelum balapan dan mengatakan, ‘Siapkan motornya’. Dalam pikiran saya, itu berarti motor harus langsung siap. Sementara dalam pikirannya, motor itu disiapkan setelah empat atau lima putaran,” kata Miller, dikutip dari Motorsport.com.
Kesalahpahaman itu membuat strategi yang seharusnya bisa menjadi perjudian berani justru berubah menjadi kekacauan.