
INTRIK.ID, BABEL — Harga kebutuhan pangan kembali menjadi tekanan bagi masyarakat Bangka Belitung. Inflasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada September 2026 mencapai 4,30 persen secara tahunan (yoy), meningkat dibandingkan Agustus yang berada di level 3,94 persen.
Angka tersebut juga berada di atas sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen.
Secara bulanan, inflasi Babel pada September 2026 tercatat 0,81 persen (mtm). Tekanan terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman dan tembakau, terutama komoditas daging ayam ras, beras dan cabai rawit.
Harga daging ayam menjadi salah satu sumber tekanan karena pasokannya berkurang ketika permintaan masyarakat masih tinggi. Kebutuhan daging ayam juga meningkat untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sementara itu, kenaikan harga beras di Babel turut mengikuti pergerakan harga beras di tingkat distributor Pasar Induk Cipinang.
Tekanan berbeda terjadi pada cabai rawit. Kemarau panjang membuat produksi cabai menurun sehingga pasokan berkurang dan harga terdorong naik.