
Selain pangan, kenaikan tarif angkutan udara juga ikut memberikan tekanan terhadap inflasi. Kenaikan tersebut dikaitkan dengan meningkatnya harga minyak global di tengah kembali meningkatnya intensitas pertikaian Amerika Serikat dan Iran.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, mengatakan BI terus memperkuat koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menjalankan program pengendalian inflasi di masing-masing daerah.
Koordinasi tersebut salah satunya dilakukan melalui rapat pengendalian inflasi se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 22 September 2026 yang menghasilkan 12 rekomendasi kebijakan untuk ditindaklanjuti pemerintah daerah.
Untuk menjaga pasokan sekaligus menekan gejolak harga pangan, BI juga mendorong perluasan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), baik melalui skema Government to Government (G to G) maupun Business to Business (B to B).
BI turut memfasilitasi distribusi pangan berupa 7.000 kilogram daging ayam beku dari Bekasi ke Belitung Timur dan 500 kilogram cabai merah keriting dari Sleman ke Belitung Timur.
Selain itu, bersama pemerintah daerah, BI telah mendorong pelaksanaan 81 kali Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai wilayah Babel.