Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Hutan di Sinar Laut Koba Terbakar, Warga Alamai Iritasi

426
×

Hutan di Sinar Laut Koba Terbakar, Warga Alamai Iritasi

Sebarkan artikel ini
IMG 20231027 WA0010
Foto: Asap tebal saat terjadinya kebakaran. (Erwin)

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Terjadi Kebakaran Hutan di jalan sinar laut, kelurahan padang mulia, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (27/10/2023). Kebakaran diketahui pukul 11.48 saat masyarakat hendak sholat jumat.

Kebakaran hutan tersebut membakar hutan perkomplekan eks PT Kobatin seluas kurang lebih 1,5 hektare yang membuat jalan dipenuhi asap dan mengganggu pengguna jalan dan warga sekitar.

Cik (39) warga asal sinar laut itu menyebutkan, jika saat sholat jumat tadi asap mengganggu warga yang sedang sholat jumat. Bahkan, banyak warga yang menderita iritasi mata akibat asap.

“Namanya lagi sholat, dan denger khutbah jadi kita masih bertahan. Terus memang karena jumat jadi baru bisa melaporkan setelah jumat bang, ” jelasnya.

Cik menduga jika hutan tersebut seperti sengaja dibalar karena api berasal dari dalam dan terdengar suara motor yang melaju keluar dari hutan namun lewat jalan berlawanan.

“Setelah bunyi motor keluar, tak lama ada asap kecil dan akhirnya membesar sampai sekarang, ” ujarnya.

“Semoga orangnya tobat karena menggangu banget dan membuat masyarakat sakit, ” tutupnya.

Sementara itu, Kabid Damkar Bangka Tengah Arry Purnama menjelaskan, kebakaran pertama kali dilaporkan dari dalam hutan eks PT. Kobatin sejak pukul 12.30 oleh seorang warga.

“Api katanya sudah ada sejak pukul 11.48 saat orang sholat jumat. Namun, laporan baru masuk ke kami 12.30 dan kami lsng menuju kesini dan memadamkan api, ” ucapnya kepada intrik.id.

Ari menyebutkan, dibutuhkan waktu sekitar 1 jam setengah dengan 1 tangki air berukuran 5 ton dengan 6 personel pemadam dan 2 personel BPBD Bangka Tengah untuk memadamkan api hingga api benar-benar padam.

“Kalau 1,5 hektare biasanya butuh 1,5 jam untuk memadamkan dan mendinginkan kalau tidak ada kendala apapun, ” tandasnya.

Ari menghimbau agar masyarakat tidak dulu melakukan pembakaran, mengingat musim hujan yang masih belum pasti.

Api masih membakar lahan tersebut karena mobil damkar mengalami kerusakan namun sudah kembali berhasil menyala dan api masih dalam tahap prmadaman.