Herri Pras: Dari Pesilat, Pendiri Perguruan Silat hingga YouTuber dengan 1,5 Juta Subscriber

    Caption: Herri Pras.

    Ia mulai aktif membahas persoalan sosial, keagamaan, organisasi masyarakat, hingga memberikan tanggapan terhadap sejumlah tokoh publik.

    Perubahan tema tersebut membuat jangkauan pembahasannya semakin luas, tetapi juga membuka ruang perdebatan dengan berbagai kalangan.

    Pernah Terlibat Sejumlah Kontroversi

    Polemik yang melibatkan Herri Pras sebenarnya bukan kali pertama terjadi.

    Pada 2023, namanya pernah menjadi perhatian setelah komentarnya mengenai aktivitas di lingkungan majelis Sabilu Taubah yang diasuh Gus Iqdam menuai tanggapan publik. Ia kemudian menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf melalui kanal YouTube miliknya.

    Namanya juga pernah dikaitkan dengan polemik mengenai Al-Zaytun setelah adanya laporan dari pihak wali santri ke Polda Banten.

    Pada 2026, ia kembali menjadi perbincangan setelah muncul persoalan mengenai klaim hubungan keilmuan dengan Syekh Ahmad Al-Misry. Syekh Ahmad Al-Misry kemudian memberikan klarifikasi mengenai hubungan tersebut.

    Rangkaian peristiwa itu memperlihatkan bahwa aktivitas Herri di dunia digital tidak hanya berkutat pada bela diri, tetapi juga telah berkembang menjadi ruang penyampaian pandangan dan kritik terhadap berbagai persoalan keagamaan.

    Dari Dunia Persilatan ke Panggung Kontroversi Digital

    Perjalanan Herri Pras memperlihatkan perubahan aktivitas yang cukup menarik.

    Berawal dari ketertarikan terhadap pencak silat sejak kecil, ia kemudian mendirikan perguruan sendiri dan membangun popularitas melalui YouTube.

    Kini, namanya dikenal bukan hanya di kalangan penggemar bela diri, tetapi juga masyarakat yang mengikuti perdebatan isu keagamaan di media sosial.

    Popularitas digital memang memberikan ruang lebih luas bagi seseorang untuk menyampaikan pendapat. Namun, semakin besar jangkauan audiens, semakin besar pula tanggung jawab dalam menyampaikan kritik dan menjaga etika komunikasi di ruang publik.

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook