Scroll untuk baca artikel
Peristiwa

Hati-hati, Penipuan Atas Nama Kepala dan Kasi Intel Kejari Bangka Tengah

324
×

Hati-hati, Penipuan Atas Nama Kepala dan Kasi Intel Kejari Bangka Tengah

Sebarkan artikel ini
img 1704369087347 1

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Nama kepala dan Kasi intel Kejari Bangka Tengah dicatut oleh orang lain untuk mencari keuntungan dengan cara meminta uang.

Beberapa pengurus partai politik, anggota dewan hingga kepala dinas bahkan menjadi sasaran oknum tersebut dalam mencari keuntungan melalui pesan WhatsApp (WA).

Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Tengah M. Husaini menegaskan, dirinya serta jajaran tak pernah sekalipun meminta uang kepada semua pihak untuk kepentingan pribadinya.

“Tiba-tiba ada teman yang dichat mengatasnamakan saya dan kasi intel meminta uang kepada anggota DPRD, dinas dan Parpol, ini bahaya,” ucapnya kepada intrik.id, Kamis (4/1/2024).

Husaini menjelaskan, namanya dicatut oleh orang tidak dikenal sudah sejak Rabu (3/1/2024) kemarin. Ia mengira, penipu tak lagi menggunakan namanya untuk meminta sejumlah uang.

“Udah dari kemarin penipu ini pakai nama saya dan kasi intel. Saya kira udah selesai, ternyata lanjut. Ini sangat berbahaya,” tegasnya.

“Nama saya dicatut sampai ke Jambi sana. Jadi untuk semua pihak jika ada yang mengatasnamakan Kejari Bangka Tengah dan meminta uang maka itu penipu,” lanjutnya.

Husaini melanjutkan, penipu tersebut bahkan menggunakan teknologi AI yang mampu menyerupai wajahnya saat di video call oleh seorang teman yang dimintai uang oleh penipu tersebut.

“Hebatnya saat videocall mukanya dimiripkan sama saya tapi pakai AI. Ini sudah penipu profesional,” tegasnya.

Husaini menghimbau agar masyarakat, instansi dan semua lapisan bisa lebih berhati-hati jika ada penipuan serupa karena instansi manapun tidak mungkin meminta uang kepada masyarakat untuk kepentingan pribadi.

“Saya tegaskan, seluruh jajaran Kejari Bangka Tengah tidak pernah meminta uang untuk kepentingan pribadi dan juga semua instansi pemerintahan yang melayani masyarakat tidak akan meminta uang untuk kepentingan pribadinya. Maka dari itu seluruh lapisan masyarakat harus waspada atas maraknya penipuan profesional ini,” tutupnya.