Hasil Tangkapan Nelayan Tak Menentu, Jaring hingga Restocking Kepiting Jadi Upaya Jaga Penghasilan

    PT Timah membantu pembangunan jalan setapak sekitar 100 meter yang menjadi akses nelayan menuju perahu, terutama saat air pasang.

    Perwakilan nelayan Batu Kodok, Sukur, mengatakan akses tersebut membuat nelayan lebih mudah dan aman menuju perahu.

    “Sejak awal, jalan setapak ini dibangun khusus untuk menyediakan akses bagi para nelayan. Saat air pasang, jalan ini membuat kami lebih mudah, nyaman, dan aman untuk menuju perahu kami,” katanya.

    Kawasan Batu Kodok yang juga berkembang sebagai destinasi wisata membuat keberadaan akses yang tertata semakin penting agar aktivitas nelayan dan kegiatan wisata dapat berjalan berdampingan.

    Di sisi lain, keberlangsungan penghasilan nelayan juga bergantung pada kondisi ekosistem pesisir. Karena itu, PT Timah bersama Pemerintah Desa Gemuruh dan masyarakat melakukan penebaran 1.000 kepiting bakau muda di perairan Kundur Barat, Kepulauan Riau, pada 16 September 2026.

    Nelayan Desa Gemuruh, Idris, mengatakan kepiting bakau memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat pesisir. Ia mengaku mulai melihat hasil dari kegiatan serupa yang dilakukan sebelumnya.

    “Beberapa waktu lalu kami juga sudah merasakan dampak dari kegiatan ini. Saat melaut, kami sudah sering menemukan beberapa ekor kepiting yang ukurannya cukup besar dan harganya juga cukup ekonomis,” katanya.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook