Hal Kecil Yang Selalu Disepelekan Orang Tua

Shakti Al Pasa

Penulis : Shakti Al Pasa
Mahasiswa semester 2 Ilmu Hukum,Universitas Bangka Belitung

 

Pada zaman modern ini para orang tua tau akan hal kebutuhan materil untuk anak-anaknya saat ini, namun ada satu hal kecil yang tidak pernah dilirik atau disepelekan oleh orang tua terkait anaknya yaitu kesehatan mental.

Keberadaan akan pengetahuan tentang masalah kesehatan mental bagi orangtua bukanlah suatu hal yang perlu diperhatikan saat ini menurut mereka, melainkan materi tanpa tahu bahwa kesehatan mental lebih utama di bandingkan materi.

Space Iklan/0853-1197-2121

Berbagai data menunjukkan maraknya gangguan kesehatan mental anak, khususnya saat usia remaja. Dilansir dari World Health Organization ( WHO) mencatat 15 persen anak remaja di negara berkembang berpikiran untuk bunuh diri. Bunuh diri merupakan penyebab kematian terbesar ketiga di dunia bagi kelompok anak usia 15-19 tahun.

Jika dilihat dari data tersebut maka bisa dikatakan bahwa apabila kesehatan mental seorang anak terganggu maka bisa saja persentase bahwa aksi bunuh diri dapat terjadi.

Banyak data sudah menyebutkan bahwa penyebab kesehatan mental merupakan dari faktor genetik atau terdapat riwayat gangguan mental turun temurun di dalam keluarganya dan bahkan kekerasan di dalam rumah tangga.

Mengalami kekerasan sejak kecil dan pelecehan merupakan salah satu penyebab yang sering kita temukan menjadi penyebab gangguan kesehatan mental.

Space Iklan/0853-1197-2121

Di Indonesia sendiri,isu kesehatan mental sendiri bisa dikatakan sangat tabu,mengapa di katakan tabu, dikarenakan di Indonesia sendiri kesehatan jiwa belum menjadi hal utama, pengetahuan kesehatan mental terkubur akibat kebutuhan kebutuhan yang lebih mendesak (sandang,pangan,papan).

Tertutupnya pemikiran para orang tua saat ini sangat mempengaruhi perilaku anak. Sudah seharusnya para orangtua sadar saat ini mereka harus lebih peka atau bisa di bilang lebih open minded terhadap tentang kesehatan mental. Bila kesehatan mental anaknya tidak diperhatikan juga maka akan menimbulkan yang namanya Social Anxiety (takut akan bersosialisasi) dikarenakan adanya trauma pada masa lalu dan bisa juga disebabkan oleh pola asuh orangtuanya yang tidak memperdulikan kesehatan mental anaknya.

Bagi anak-anak ataupun remaja yang menderita social anxiety mungkin akan merasakan ketakutan, kecemasan irasional, dan akan merasakan takut berlebihan tentang penilaian orang lain.

Mungkin Suka Ini juga:
Mengendalikan Inflasi dari Meja Makan

Mengendalikan Inflasi dari Meja Makan

Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk dari AS, Pertimbangan Iman atau Aman?

Pelonggaran Sertifikasi Halal Produk dari AS, Pertimbangan Iman atau Aman?

Membungkam Kritik, Memelihara Kuasa: Ketika Kepemimpinan Kehilangan Arah

Membungkam Kritik, Memelihara Kuasa: Ketika Kepemimpinan Kehilangan Arah

Dibalik Sisa-sisa Kejayaan: Ketika Butiran Timah Beradu dengan Isi Perut

Dibalik Sisa-sisa Kejayaan: Ketika Butiran Timah Beradu dengan Isi Perut

Ideologisasi Islam: Membentuk Generasi Pelopor Perubahan di Tengah Hegemoni Digital

Ideologisasi Islam: Membentuk Generasi Pelopor Perubahan di Tengah Hegemoni Digital

Narkoba Menghancurkan Generasi

Narkoba Menghancurkan Generasi

    Ikuti kami di Facebook