Habitatnya Rusak Akibat Tambang, Pemkab Bangka Tengah Gandeng IPB untuk Budidaya Ketem Remangok

    “Nanti hasil budidaya ini akan kita bagi 30-70 dimana 30 persen kita budidaya kembali dan 70 persen akan kita lepaskan di hutan-hutan bakau di Bangka Tengah bahkan sampai Bangka Belitung, ” tutupnya.

    Di tempat yang sama Prof. Tridoyo menjelaskan, pilot project ini adalah kolaborasi dari akademisi, pemerintah dan bisnis yang dapat membangkitkan ekonomi rakyat kedepannya lewat kepiting remangok.

    “Jadi pilot project ini merupakan kolaborasi dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan dalam peningkatan teknologi di bidang kelautan, ” jelasnya.

    Ia mengungkapkan, harga kepiting remangok sendiri di Bangka Tengah bisa mencapai Rp 70 ribu /kg dan bisa mencapai Rp 300 ribu/Kg jika di ekspor.

    Ia melanjutkan, jika pilot project hatchery kepiting karena adanya kebutuhan kepiting oleh masyarakat. Namun, kepiting sendiri rentan dengan ekologi dan sekarang jumlahnya mulai sedikit di alam Bangka Belitung.

    “Bahkan penelitian 9 tahun saja belum bisa menemukan Formula pemijahan lebih dari 7 persen. Itu yang membuat kepiting sekarang lumayan sulit ditemukan apalagi jenis remangok ini, ” ujarnya.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook