
Ia menyebut kekayaan tersebut tercermin dari beragam produk dan karya masyarakat, seperti olahan hasil laut, kekayaan budaya hingga kain cual yang menjadi salah satu identitas daerah.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, BI, pelaku usaha, komunitas ekonomi kreatif dan UMKM dinilai penting untuk mendorong potensi lokal tersebut agar tidak berhenti sebagai produk daerah, tetapi dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi.
“Apresiasi kepada pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, komunitas ekonomi kreatif dan UMKM yang telah bersama-sama membangun kegiatan ini,” katanya.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, mengatakan Explore Babel 2026 dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai sektor ekonomi kreatif dan pelaku UMKM.
Selama tiga hari pelaksanaan, tercatat lebih dari 250 UMKM dan pelaku ekonomi kreatif ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Kita melibatkan lebih dari 250 UMKM selama tiga hari pelaksanaan Explore Babel ini,” kata Rommy.