
Ia mengungkapkan, nilai investasi 2024 didapatkan dari penanaman modal asing dan juga dalam negeri yang sudah masuk datangnya di NSWI.
“Jadi total 563,9 miliar ini kita dapat dari penanaman modal asing sebesar 60 miliar dan penanaman modal dalam negeri 503,8 miliar,” ungkapnya.
Wiwik berharap, perusahaan besar di Bangka Tengah bisa kembali beroperasi dan berjalan sesuai seperti yang diharapkan dan para tenaga kerja yang sempat dirumahkan bisa bekerja kembali di tahun 2025 ini.