
Ia juga mengingkan semua LKPJ harus detail memberikan data agar tak ada lagi dusta dan bisa diketahui oleh masyarakat apa saja yang dikeluarkan oleh pemerintah di semua sektor.
“Kami ingin yang datang punya data dan bukan seremoni datang saja. Jadi semua harus clear dan kita tahu berapa seluruh keuangan kita yang digunakan untuk masyarakat. Apakah lebih banyak ke masyarakat atau hanya untuk pegawai saja, ” tuturnya.
Sementara itu, Subandri selaku Tim Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bangka Tengah mengatakan, jika banyak sekali pokir-pokir anggota DPRD tidak diakomodir oleh eksekutif.
“Banyak pokir-pokir kami (anggota dewan) tidak diakomodir dengan baik dan hanya akomodir orang-orang tertentu saja, ” tegasnya.