Di Tengah Gejolak Global, Indonesia Dinilai Masih Jadi Tujuan Investasi Jangka Panjang

    Caption: Ilustrasi grafik pasar modal Indonesia.

    Fundamental pasar modal juga tercermin dari kinerja emiten. Dari 810 perusahaan tercatat yang telah menyampaikan laporan keuangan hingga 31 Maret 2026, sebanyak 595 perusahaan atau sekitar 73,46 persen membukukan laba bersih.

    Selain itu, 221 perusahaan tercatat membagikan dividen tunai sepanjang 2026, yang mencerminkan kemampuan perusahaan menghasilkan nilai bagi pemegang saham di tengah dinamika pasar.

    Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan kondisi pasar perlu dilihat secara menyeluruh dengan mempertimbangkan fundamental ekonomi nasional, kinerja emiten, serta reformasi yang terus dilakukan regulator bersama Self-Regulatory Organizations (SRO).

    “Berbagai langkah reformasi yang dilakukan regulator dan SRO merupakan bagian dari komitmen untuk meningkatkan transparansi, memperkuat tata kelola, dan membangun pasar modal yang semakin kredibel. Dengan fundamental ekonomi dan korporasi yang tetap kuat, kami optimistis pasar modal Indonesia akan terus menjadi pilihan investasi yang menarik bagi investor domestik maupun global dalam jangka panjang,” ujar Jeffrey dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7).

    Optimisme tersebut juga tercermin dari meningkatnya jumlah investor domestik. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 30 Juni 2026, jumlah investor pasar modal telah mencapai 28,9 juta Single Investor Identification (SID).

    Dari jumlah tersebut, investor saham dan surat berharga lainnya mencapai 9,9 juta SID, meningkat 15,1 persen dibandingkan akhir 2025 yang tercatat sebanyak 8,6 juta SID.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook