
“Kalau dulu usaha berjalan apa adanya, sekarang saya lebih memahami cara mengatur keuangan dan merencanakan pengembangan usaha,” katanya.
Cerita serupa datang dari Asriyani, pemilik produk olahan khas Bangka, Asri Rusip. Baginya, bantuan sebuah kulkas memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada yang dibayangkan.
Sebelumnya, keterbatasan fasilitas penyimpanan membuat dirinya kesulitan menjaga kualitas produk dan menambah stok dalam jumlah besar.
“Alhamdulillah, saya mendapat bantuan kulkas dari PT Timah. Kulkas lama sudah tidak dingin lagi sehingga rusip sulit disimpan dalam jumlah banyak. Dengan kulkas baru ini, saya bisa menyimpan stok lebih banyak dan kualitas produk tetap terjaga,” ungkapnya.
Dengan kapasitas penyimpanan yang lebih baik, Asri kini lebih optimistis memenuhi permintaan dari toko oleh-oleh, reseller, hingga pelanggan tetap yang terus bertambah.
Di tingkat yang lebih luas, kisah Serli dan Asri menjadi gambaran bagaimana program pemberdayaan UMKM tidak selalu dimulai dari bantuan besar. Kadang, perubahan justru lahir dari kebutuhan paling sederhana yang selama ini menjadi hambatan usaha.