
Hasil pengamatan beberapa pemerhati
ketahanan pangan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selain masalah irigasi,
Sumber Daya Manusia ( SDM ) terampil
mengelola persawahan masih belum banyak. Pemerintah sebenarnya telah berupaya mengantisipasi keterbatasan SDM dimaksud, seperti didirikannya SMK Negeri 1 Kelapa, Bangka barat.
SMK negeri 1 kelapa memiliki Program Study Keahlian Agribisnis Produksi Tanaman dan memiliki dua kompetensi keahlian yakni Agribisnis Tanaman Perkebunan, Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura. Untuk menunjang output kompetensi setiap tahun SMK Negeri 1 Kelapa bekerja sama dengan pihak Dunia Usaha dan Dunia Industri, melibatkan peserta didik secara langsung terjun ke Dunia Usaha Dunia Industri melalui program Praktik Kerja Lapangan ( PKL ).
Tidak hanya itu, SMK Negeri 1 Kelapa sedang merintis program sekolah Starp up ATPH ( Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura ) konsepnya hampir sama dengan kegiatan ekstrakurikuler. perbedaannya kalau ekstrakurikuler biasa diikuti peserta didik semua program keahlian, Starp up ATPH hanya diikuti peserta didik khusus kompetensi keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura.