
Pemeliharaan menjadi kunci keberhasilan budidaya pisang barangan merah. Tanaman perlu disiram secara rutin, terutama pada musim kemarau. Selain itu, pemberian pupuk dilakukan secara berkala untuk menunjang pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Gulma di sekitar tanaman juga harus dibersihkan agar tidak mengganggu penyerapan unsur hara. Pengendalian jumlah anakan pun perlu dilakukan agar nutrisi tidak terbagi terlalu banyak dan pertumbuhan tanaman utama tetap optimal.
Setelah jantung pisang keluar dan buah mulai terbentuk, tandan pisang sebaiknya dibungkus menggunakan karung goni atau plastik. Langkah ini bertujuan melindungi buah dari serangan hama sekaligus menjaga kualitas kulit agar tetap mulus hingga matang. Pisang barangan merah umumnya dapat dipanen sekitar 90–120 hari setelah bunga muncul, ditandai dengan perubahan warna kulit menjadi kekuningan.
Baca juga: Pengembangan Budidaya Sirsak Madu, Peluang Usaha yang Wajib Kalian Dicoba
Secara keseluruhan, budidaya pisang barangan merah tergolong mudah, meskipun tetap memerlukan ketelitian dan ketekunan dalam perawatan. Hasil panen dapat dipasarkan secara langsung kepada konsumen, dijual ke pengepul, maupun disalurkan ke pelaku usaha kuliner. Bagi pemilik lahan pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal, budidaya pisang barangan merah menjadi pilihan usaha yang layak dipertimbangkan karena potensi keuntungannya yang cukup menjanjikan.