
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rifki Ismail, mengatakan dibukanya akses penerbangan internasional menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan seluruh pelaku wisata dan UMKM lokal.
“Dengan terbukanya rute penerbangan internasional di Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin, kami berharap sektor pariwisata Belitung dapat semakin berkembang dan memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya berhenti pada festival budaya, BI Babel juga langsung bergerak memperkuat ekosistem pariwisata melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar pada 19 Mei 2026. Forum tersebut mempertemukan Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan UMKM, pengelola desa wisata, perhotelan, hingga pelaku usaha lokal untuk membahas strategi memperkuat pariwisata Belitung.
Menariknya, forum ini tidak sekadar diskusi. Sejumlah pelaku UMKM bahkan berhasil menjalin kerja sama langsung dengan hotel dan desa wisata untuk memperluas pemasaran produk lokal.