
“Ada beberapa aset – aset kita perlu pembenahan sesuai komitmen dua tahun ini kedepan bisa diperbaiki. Ruko – ruko tidak berfungsi bisa difungsikan pedagang diluar kendali kita patuh dan tertib. Kami sedang mengkaji untuk menaikkan tarif apakah dimungkinkan, tarif harus diimbangi fasilitas ini sebagai bahan kajian kedepannya,” ujarnya.
Berkaitan dengan peran pengelolaan pasar untuk meningkatkan PAD , Asep juga menginformasikan bahwa target semester pertama retribusi mengalami surplus.
“Untuk retribusi kami kejar terus untuk mencapai target, semester pertama sudah tujuh ratusan. Artinya target Rp. 1.250 milyar mudah – mudahan tercapai belum sewa kiosnya. Makin banyak pedagang makin banyak penghasilan retribusi harian,” paparnya.
Menanggapi penyampaian Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bangka, Mikael Simatupang selaku Kabid perdagangan Kabupaten Humbang Hasundutan menyebutkan banyak hal yang harus ditiru pihaknya mengenai pengelolaan pasar.
“Kedatangan kita ke pasar Sungailiat ini pengelolaan pasarnya baik, dalam artian segi PAD, penataannya, tertib. Kami ingin meniru melihat langsung apa kelebihannya, setelah kami dengan paparan dari kepala pasar ternyata baik. Banyak yang harus kami tiru kami terapkan di Kabupaten Humbang Hasundutan,” pungkasnya.
Lebih lanjut Mikael Simatupang mengatakan ketertarikan pihaknya soal pencapaian target retribusi semester pertama sudah surplus. Hal ini bisa menjadi referensi guna diterapkan di daerahnya.