
Ia kemudian membandingkan sikap pelayanan yang dilihatnya ketika petugas berhadapan dengan wisatawan asing.
“Kalau sama bule senyum, sama kita judes,” katanya. (detik.com)
Keluhan itu kemudian mendapat respons dari pihak Fly Bali Helicopter. Manajemen menyampaikan permintaan maaf atas pengalaman yang dialami Ricis dan memberikan klarifikasi mengenai kondisi pelayanan di lokasi.
Pihak perusahaan juga menyatakan tidak memiliki kebijakan untuk membedakan pelayanan antara wisatawan domestik dan wisatawan asing.
Keluhan serupa sebelumnya muncul dalam kasus berbeda di Pantai Blue Lagoon, Padangbai, Karangasem.
Sebuah video wisatawan lokal viral setelah yang bersangkutan mengaku diminta meninggalkan lokasi karena akan ada wisatawan asing.
Wisatawan tersebut mengaku belum selesai makan dan masih ingin melakukan aktivitas snorkeling ketika diminta pergi.
Kasus tersebut kemudian mendapat sorotan karena menyentuh persoalan yang lebih luas mengenai bagaimana wisatawan domestik diperlakukan di destinasi yang juga menjadi tujuan wisatawan mancanegara.
Ketua PHRI Karangasem I Wayan Kariasa ketika itu menyayangkan apabila wisatawan mendapatkan perlakuan berbeda. Menurutnya, wisatawan asing maupun domestik sama-sama berhak memperoleh pelayanan yang baik. (detik.com)
Dua kasus tersebut tentu belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh pelaku pariwisata Bali membedakan wisatawan lokal dan asing.