
Sementara itu, Ilya warga dusun Beriket menyebutkan jika para pejabat selalu datang ke Beriga untuk mencari hasil laut dengan kualitas terbaik namun terkesan mendukung PT Timah.
“Pejabat kalau nyari ikan, kepiting udang pasti kesini. Giliran kayak gini semua diam dan bungkam. Bahkan membela kami saja tidak ada sama sekali. Mana pemerintah, mana dewan. Kami cuma dibutuhkan saat pemilu saja,” ucapnya kepada intrik.id.
Ilya bahkan menegaskan, jika tidak ada warga yang akan setuju jika tempat mereka mencari makan akan dirusak oleh orang luar.
“Kalian orang luar yang tidak punya sopan santun ingin merusak daerah kami. Apakah itu disebut sopan santun. Kami akan jaga wilayah kami agar tidak dihancurkan oleh orang yang hanya ingin mementingkan kepentingan pribadi,” pungkasnya.