
Ia juga mengatakan dengan mesin ATM di desa juga bisa meringankan lansia ataupun ketua RT yang sudah memasuki usia tua untuk mengambil honornya di Bank Sumsel Babel.
“Kasian sama lansia yang harus ke Koba untuk mengambil uangnya. Belum lagi potensi kecelakaan lalulintas di jalan raya. Pikirkan itu juga,” ujarnya.
APDESI Bangka Tengah meminta jika Bank Sumselbabel tidak berinovasi dalam pelayanan, kedepan pembayaran honor seluruh perangkat Desa di Bangka Tengah dilakukan secara manual.
“Ribuan total perangkat desa tiap bulan transaksi di Bank Sumselbabel ini. Hanya buat ATM saja lemot. Beda di perkotaan, setiap sudut ada ATMnya,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti apakah Petinggi Bank sumselbabel tahu tentang kinerja cabang atau memang tidak ada inovasinya dan tidak melihat perkembangan di lapangan.