
Kelima, menandatangani kerja sama dan mulai beroperasi.
SPBU baru dapat beroperasi setelah persyaratan dan pemeriksaan yang diwajibkan terpenuhi serta perjanjian kerja sama dengan badan usaha penyalur diselesaikan.
Rincian persyaratan, biaya, tipe fasilitas, dan kelayakan lokasi dapat berbeda sesuai skema kemitraan dan ketentuan terbaru. Calon mitra perlu memeriksa informasi langsung melalui kanal resmi, bukan mengandalkan tawaran perantara yang belum terverifikasi.
Informasi resmi dapat diakses melalui Kemitraan Pertamina Patra Niaga dan OSS Indonesia.
Selain SPBU konvensional, fasilitas penyalur berskala lebih kecil dapat dipertimbangkan untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani secara optimal. Model ini berpotensi menekan kebutuhan investasi dibandingkan pembangunan SPBU berukuran besar, meski biaya sebenarnya bergantung pada tipe fasilitas, lokasi, dan persyaratan yang berlaku.
Pertashop merupakan salah satu jaringan penyalur skala kecil yang dikembangkan Pertamina. Akan tetapi, jenis produk dan skema operasionalnya perlu diperiksa berdasarkan ketentuan kemitraan terkini. Fasilitas skala kecil juga tidak serta-merta menjadi pengganti SPBU yang melayani kebutuhan BBM bersubsidi dalam volume besar.
Di daerah terpencil atau kawasan yang belum terjangkau penyalur, pemerintah daerah dapat berkoordinasi dengan BPH Migas dan badan usaha terkait untuk menilai alternatif penyaluran yang sesuai regulasi.
Dengan demikian, strategi yang dibutuhkan bukan hanya memperbanyak SPBU, melainkan menentukan tipe fasilitas yang tepat untuk setiap wilayah.
Penambahan SPBU berpotensi memperbaiki akses masyarakat terhadap BBM. Namun, kebijakan ini membutuhkan perencanaan berdasarkan data, bukan semata-mata respons terhadap antrean yang sedang viral.
Pemerintah perlu memetakan daerah dengan antrean berulang, mengukur kebutuhan BBM harian, mengevaluasi kemampuan terminal dan armada pengangkut, serta memastikan kuota dan distribusi sesuai kebutuhan di lapangan.
Pengawasan juga harus diperkuat agar penambahan fasilitas tidak membuka celah baru bagi penyalahgunaan BBM bersubsidi. Evaluasi berkala diperlukan untuk memastikan bahwa SPBU tambahan benar-benar meningkatkan pelayanan dan bukan hanya memindahkan antrean dari satu titik ke titik lainnya.
Pada akhirnya, masyarakat membutuhkan akses BBM yang mudah dan dapat diprediksi. Menambah jumlah SPBU bisa menjadi bagian dari solusi, tetapi keberhasilannya akan ditentukan oleh kecocokan lokasi, kecukupan pasokan, kelancaran distribusi, dan pengawasan yang transparan.