Anak SD Mulai Dibekali Hadapi Ancaman Internet, Diskominfosta Bangka Tengah Ingatkan Bahaya OTP

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Dunia internet tak hanya menyimpan manfaat bagi anak-anak, tetapi juga risiko yang kerap luput dari perhatian. Mulai dari penipuan, pencurian data pribadi, konten tidak pantas hingga perundungan siber menjadi ancaman yang perlu dikenali sejak dini.

    Persoalan itu menjadi perhatian Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfosta) Kabupaten Bangka Tengah saat menggelar Sosialisasi Internet Aman untuk Anak di SD Negeri 6 Koba, Rabu (21/10/2026).

    Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya diperkenalkan pada manfaat internet untuk belajar, tetapi juga dibekali cara mengenali risiko dan menjaga diri ketika beraktivitas di ruang digital.

    Sosialisasi disampaikan Pranata Komputer Bidang Aptika Diskominfosta Bangka Tengah, Nora Betty Sinaga, S.Kom. Dengan bahasa yang disesuaikan untuk usia sekolah dasar, ia menjelaskan bahwa internet bisa dimanfaatkan untuk mencari materi pelajaran, membaca buku digital, hingga menonton video edukasi.

    Namun, siswa juga diingatkan agar tidak sembarangan membagikan informasi pribadi, termasuk kata sandi dan kode one-time password (OTP).

    Pesan lainnya adalah tidak asal mengeklik tautan yang mencurigakan. Siswa diperkenalkan pada prinsip “Stop, Cek, Tanya” agar tidak terburu-buru mengambil tindakan ketika menerima tautan atau pesan yang meragukan.

    Ancaman di dunia maya juga tidak berhenti pada pencurian data. Anak-anak diajak mengenali perundungan siber, berhati-hati ketika berinteraksi dengan orang asing di internet, serta tidak ikut menyebarkan pesan yang dapat menyakiti teman.

    Jika menemukan konten yang membuat tidak nyaman atau menghadapi situasi yang meragukan, siswa diminta segera bercerita kepada orang tua atau guru.

    Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran Bupati Bangka Tengah Nomor 334 Tahun 2025 tentang Penggunaan Gawai dan Internet untuk Anak di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah. Melalui kebijakan tersebut, Diskominfosta berperan memberikan sosialisasi dan literasi digital di sekolah, termasuk edukasi pemanfaatan internet yang positif, aman, dan beretika.

    Agar materi lebih mudah dipahami, sosialisasi dilengkapi contoh situasi sehari-hari, kuis “Aman atau Tidak Aman”, serta ikrar bersama bertajuk “Janji Anak Cerdas Digital”.

    Siswa juga diingatkan untuk menyeimbangkan penggunaan gawai dengan kegiatan di dunia nyata dan mematuhi aturan penggunaan perangkat digital, baik di sekolah maupun di rumah.

    Kepala SD Negeri 6 Koba, Nur Hidayah, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan bermanfaat bagi siswa maupun guru dalam memahami penggunaan internet secara bijak.

    “Kami dari SD Negeri 6 Koba sangat berterima kasih kepada Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik yang bersedia memberikan informasi terbaik bagi anak-anak kami, juga bagi kami para guru, tentang bagaimana menggunakan internet dengan bijak. Dengan begini, insyaallah anak-anak kami lebih paham dan tidak sembarangan. Materi yang disampaikan sangat bermanfaat, dan insyaallah ke depan membawa perubahan yang lebih baik bagi anak-anak kami,” ujar Nur Hidayah.

    Melalui kegiatan tersebut, Diskominfosta berharap siswa semakin memahami pentingnya menjaga data pribadi, memeriksa informasi sebelum mengeklik tautan, bersikap sopan saat berkomunikasi di internet, dan melapor kepada orang dewasa ketika menghadapi situasi yang meragukan.

    Meski edukasi di sekolah menjadi langkah penting, pendampingan orang tua di rumah tetap dibutuhkan agar anak tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami batasan dan risiko yang menyertainya.

      Ikuti kami di Facebook