
“Kami ingin PT TIMAH maju, pendapatannya meningkat, kontribusinya kepada negara semakin besar, dan manfaat keberadaan perusahaan semakin dirasakan oleh masyarakat,” harapnya.
Almaster menyatakan terbuka untuk berdialog dengan PT TIMAH maupun pemerintah. Menurut Zen, perbedaan pandangan tidak harus berujung pada pertentangan apabila dibahas berdasarkan data dan aturan yang berlaku.
“Kritik tetap diperlukan sebagai fungsi kontrol, tetapi kritik juga harus diikuti dengan solusi dan komunikasi yang sehat,” ujarnya.
Ia berharap dialog tersebut dapat menghasilkan kepastian hukum serta tata kelola pertambangan yang lebih jelas dan adil, dengan tetap memperhatikan perlindungan masyarakat penambang dan kelestarian lingkungan.
“Posisi Almaster jelas: bukan anti-PT TIMAH dan bukan anti-pertambangan. Almaster menempatkan diri sebagai pengawas, kontrol sosial sekaligus pihak yang mendukung PT TIMAH melalui kritik dan masukan konstruktif,” pungkasnya.(*)