Alasan Perut, Ron Rela Melanggar Hukum

    Foto: Kondisi lahan PT Koba Tin.(Erwin/intrik.id)

    “Kami ini sebenarnya cuma ngambil ampasnya aja, makanya harganya juga murah, paling mahal 50 ribu per kilo, itu pun dari sekampil pasir paling dapetnya 2 sampai 3 ons saja. Jadi kalau mau 1 kilo paling tidak 4 kampil,” jelasnya.

    Meski begitu, dirinya mengaku bersyukur karena setidaknya uang dari hasil mengeruk pasir timah itu bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

    “Sebenarnya memang enggak banyak, tapi Alhamdulillah cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi lahannya juga belum jelas mau digunakan untuk apa, jadi sayang juga kalau tidak dimanfaatkan,” jelasnya.

    Dirinya mengaku pasrah jika memang dikemudian hari lahan yang berada di akses jalan perkantoran pemerintah daerah tempat ia mengais rejeki itu ditutup dan disegel oleh pemerintah serta dilarang melakukan aktivitas pertambangan.

    “Cuma kami minta, kalau mau menertibkan tolong diomongkan baik-baik dan pikirkan juga nasib orang-orang kecil seperti kami ini,” pungkasnya.

    Laporan wartawan intrik.id/Erwin

    Pages: 1 2 3Show All
      Ikuti kami di Facebook