Alasan Perut, Ron Rela Melanggar Hukum

    Foto: Kondisi lahan PT Koba Tin.(Erwin/intrik.id)

    Bahkan, terdapat ibu-ibu yang juga turut mengeruk pasir timah menggunakan cangkul ataupun sekop dan sesekali tampak beristirahat dibawah tenda sederhana beratapkan plastik hitam.

    Untuk mencuci timah, biasanya para penambang mencari sumber air terdekat. Ketika sumber air tersebut sedang kering, beberapa penambang justru memilih untuk membawa pasir timah itu ke rumah dan disimpan terlebih dahulu.

    Ron mengatakan para penambang di lokasi tersebut menjual hasil timahnya kepada pengepul yang datang dari berbagai daerah.

    “Jadi penambang di sini memang semuanya mandiri dan kita jualnya juga enggak setiap hari karena memang yang mau beli pun enggak datang setiap hari,” ujar Ron.

    Lanjut dia, setiap harinya Ron bisa mendapatkan hingga 3 kampil pasir yang ada mengandung timah. Namun, timah yang didapatkan bukanlah timah murni, melainkan tailing (ampas timah) yang biasa dijadikan bahan campuran.

    Maka dari itu, pundi-pundi rupiah yang didapat pun tidak semenggiurkan kegiatan pertambangan yang menggunakan mesin-mesin moderen.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook