
INTRIK.ID, BABEL — Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada triwulan IV 2025 tumbuh sebesar 4,54% (yoy). Nilai itu lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan III 2025 yang tumbuh sebesar 3,21% (yoy).
Dengan demikian, sepanjang tahun 2025, ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tumbuh 4,09% (ctc), lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 sebesar 0,77% (ctc).
Meningkatnya laju perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ditopang oleh kinerja yang baik dari sisi Lapangan Usaha (LU) yang menjadi penopang utama, yaitu Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang tumbuh sebesar 5,78% (yoy) dan Sektor Perdagangan juga tercatat tumbuh sebesar 6,55% (yoy).
Meningkatnya kedua sektor utama tersebut ditopang oleh peningkatan produksi dan ekspor produk perikanan, peningkatkan perkebunan kelapa sawit dan karet, serta sejalan dengan meningkatnya konsumsi masyarakat pada akhir tahun.
Selain itu, sektor Akomodasi dan Makan Minum juga tumbuh cukup signifikan mencapai 22,68% (yoy), didorong oleh semakin maraknya usaha kecil seperti warung makan, cafe dan warung kopi serta implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) seiring beroperasinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dari sisi pengeluaran, laju perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung didorong oleh Konsumsi Rumah Tangga yang tumbuh sebesar 2,96% (yoy). Hal ini mencerminkan bahwa daya beli masyarakat makin menguat. Hal ini terindikasi dari kembali meningkatnya pendapatan masyarakat seiring kenaikan harga pasir timah dibandingkan tahun sebelumnya, meningkatnya konsumsi masyarakat dalam rangka perayaan keagamaan yakni Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 serta meningkatnya pelaksanaan ibadah umrah.
Beroperasinya SPPG juga turut membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat, sehingga mendorong peningkatan pendapatan masyarakat yang pada gilirannya turut mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga. Selanjutnya, kinerja positif Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 3,18% (yoy) juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal ini tercermin dari meningkatnya kelapa sawit, pembangunan dan perbaikan infrastruktur dan fasilitasi layanan publik, serta meningkatnya belanja modal untuk pengadaan mesin, kendaraan bermotor baru dan peralatan pendukung kegiatan pertambangan.
Merespon hal tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy menyatakan bahwa pertumbuhan perekonomian berkelanjutan dapat diwujudkan dengan strategi Optimisme, Komitmen dan Sinergi (OKS) dengan memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi pada sektor utama, mendorong masuknya investasi hilirisasi di sektor perkebunan dan industri pengolahan, pengembangan sektor pariwisata dan industri kreatif berbasis kearifan lokal didukung dengan Gerakan Wisata Bersih.
“Selain itu mendorong implementasi Asta Cita untuk mewujudkan swasembada pangan, mendorong ekosistem digital dan pemenuhan uang rupiah hingga ke pelosok negeri, mengakselerasi UMKM masuk ke ekosistem digital dan global, serta mambangun ekosistem ekonomi syariah yang tepat,” ungkapnya.
Hal-hal tersebut diharapkan dapat menjadi langkah strategis dan taktis untuk memperkuat stabilitas, mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru, serta kebangkitan sektor ekonomi unggulan yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.(*)