
INTRIK.ID, BANGKA SELATAN– Guna membenahi komunikasi pelayanan di rumah sakit daerah (RSUD) sebagai bagian dari evaluasi terhadap keluhan masyarakat, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) komitmen akan lakukan evaluasi.
Hal ini disampaikan menyusul adanya aduan warga yang beredar di media sosial terkait pelayanan kesehatan.
“Setiap ada keluhan, kami langsung turun ke lapangan untuk memastikan persoalan dapat segera diselesaikan. Ini menjadi bahan evaluasi penting bagi kami,” sebut dr. Agus Pranawa kepala DKPPKB Bangka Selatan Selasa (31/3/2026).
Dikatakannya, berdasarkan hasil penanganan di lapangan, persoalan yang terjadi umumnya bukan pada sistem layanan, melainkan lebih kepada kurangnya komunikasi antara tenaga kesehatan dan pasien.
Rumah sakit telah memiliki sistem manajemen pengaduan yang dapat diakses masyarakat, termasuk layanan nomor pengaduan resmi. Sehingga setiap aduan masyarakat harus ditindaklanjuti dengan cepat.
“Fasilitas pengaduan sebenarnya sudah tersedia di RSUD. Namun, tidak semua pasien mengetahui atau memahami cara mengaksesnya, sehingga komunikasi menjadi kurang optimal,” jelasnya.
Ia akan melakukan pembenahan secara menyeluruh, khususnya dalam meningkatkan kualitas komunikasi tenaga medis kepada pasien agar informasi dapat tersampaikan dengan baik dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Ini menjadi koreksi bagi kami. Ke depan, dokter dan tenaga kesehatan harus lebih peduli dan lebih komunikatif dalam memberikan penjelasan kepada pasien,” tegasnya.
Dirinya juga memastikan bahwa pelayanan kesehatan di Basel termasuk di RSUD, tetap berjalan aman dan masyarakat tidak perlu khawatir. Warga tetap dapat mengakses layanan kesehatan dengan mudah, bahkan cukup menggunakan KTP atau Kartu Keluarga (KK) di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Sementara untuk pelayanan lanjutan di rumah sakit, tetap harus melalui sistem rujukan.
Upaya pembenahan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan, sekaligus mencegah terulangnya keluhan serupa di masa mendatang.
“Kami berkomitmen akan terus komunikasi antara tenaga medis dengan pasien ini berjalan dengan baik, tanpa adanya kesalahpahaman,” terangnya.
“Selain itu, kami terus mendorong peningkatan cakupan Universal Health Coverage (UHC) agar seluruh masyarakat mendapatkan jaminan layanan kesehatan yang optimal,” tukasnya.