
Menurutnya, pengolahan hasil samping perikanan dapat menjadi peluang baru bagi masyarakat, terutama jika dibarengi pelatihan dan pendampingan.
Ia berharap RIPPM PT Timah dapat membuka ruang bagi pelatihan pengolahan limbah perikanan menjadi produk bernilai ekonomi.
“Harapan kami, melalui RIPPM PT Timah, ada pelatihan pemberdayaan masyarakat untuk mengolah limbah perikanan tersebut menjadi produk bernilai ekonomi, seperti pakan ternak maupun olahan kelompok usaha lainnya,” harapnya.
Harapan tersebut mengemuka dalam pembahasan dan pembaruan RIPPM PT Timah bersama Pemkab Kepulauan Meranti serta perwakilan pemerintah desa.
Forum tersebut membahas kebutuhan, potensi, dan arah pemberdayaan masyarakat agar program TJSL yang dijalankan perusahaan dapat lebih selaras dengan agenda pembangunan daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Sudandri Jauzah, menilai sinergi antara pemerintah daerah dan PT Timah perlu diperkuat agar program yang berjalan tidak tumpang tindih.